Klasifikasi dan Morfologi Bayam PEMBAHASAN LENGKAP

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bayam Lengkap - Siapa nih yang suka makan bayam?. Bayam adalah jenis tanaman yang memiliki kandungan serat yang tinggi dan jumlah kalori yang sedikit.




Selain itu, kandungan karbohidrat dalam semangkuk sayur bayam setara dengan Anda memakan satu porsi nasi, ditambah lagi, bayam kaya akan kandungan air di dalamnya sehingga dapat mencegah dehidrasi pada tubuh Anda.

Karena itulah bayam sangat cocok untuk kalian yang ingin diet atau menurunkan berat badan, dan masih banyak lagi manfaat yang bisa Anda dapatkan dari tanaman bayam ini.

Nah Sobat Bacapedia, untuk mengenal lebih dekat tanaman yang kaya akan manfaat ini, kami menyajikan klasifikasi beserta morfologinya lengkap dalam artikel ini. Silahkan disimak!


Klasifikasi Ilmiah Tanaman Bayam

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Subfamili: Amaranthoideae
Genus: Amaranthus L.

Tanaman dengan nama latin Amaranthus spp. ini merupakan jenis tanaman yang berasal dari Amerika Tropik, dan sekarang telah banyak menyebar ke seluruh belahan dunia.

Amaranthus, secara kolektif dikenal sebagai Bayam, adalah genus kosmopolitan tanaman tahunan atau tanaman berumur pendek. Beberapa spesies bayam dibudidayakan sebagai sayuran daun, pseudocereals, dan tanaman hias.

Sekitar 60 spesies bayam telah berhasil diidentifikasi, dengan perbungaan dan dedaunan mulai dari berwarna ungu, hingga merah dan hijau hingga emas.

Bayam sendiri bisa di budidayakan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Tanaman jenis ini yang bisa di budidayakan antara lain; Bayam Putih (Amaranthus tricolor) dan Bayam Cabut (Amaranthus hybridus).


Morfologi Tanaman Bayam

Tanaman ini memiliki jenis akar perdu (terma) yang dapat menembus permukaan tanah hingga mencapai kedalaman 40cm bahkan lebih.

Akar tanaman bayam ini termasuk ke dalam jenis akar tunggang, biasanya berwarna merah muda dan dibagian atasnya terdapat sedikit serabut akar.

Batang tanaman bayam dapat tumbuh dengan tegak, tebal dan mengandung banyak air. Batang tanaman ini biasanya kurang berkayu dan kadang-kadang dipersenjatai dengan duri halus.

Batang tanaman ini umumnya berwarna kemerahan, kecoklatan hingga abu-abu yang dapat tumbuh hingga 0,5 - 1 meter, dengan tipe percabangan monopodial.

Bayam memiliki daun tunggal berwarna hijau, merah atau hijau keputihan yang tersusun bergantian. Daun tanaman ini bertangkai dan berbentuk bulat telur.

Panjang daun tanaman bayam ini bisa mencapai hingga 1 cm bahkan lebih, dengan lebar 0,2 - 3,0 cm. Panjang tangkai daun bayam ini dapat mencapai 9 cm.

Bunga tanaman bayam dapat berupa monoecious (bunga dari kedua jenis kelamin berada pada individu yang sama) atau dioecious (masing-masing individu menghasilkan bunga dari satu jenis kelamin).

Bunga tanaman ini umumnya berwarna hijau tua, dengan ukuran yang relatif kecil dengan panjang 1,5 - 2,5 cm. Bunga ini tersusun majemuk tipe tukal yang rapat, bagian bawah duduk di ketiak, bagian atas berkumpul menjadi karangan bunga di ujung tangkai dan ketiak percabangan.

Satu tanaman bayam dapat menghasilkan ratusan bahkan ribuan biji, ditanggung sendiri dalam buah kapsul kering.

Biji tanaman bayam ini memiliki bentuk bulat, berukuran kecil dan halus dengan warna kecoklatan hingga kehitaman. Namun ada juga yang berwarna putih dan merah, contohnya bayam maksi.

Tanaman bayam memanfaatkan jalur fotosintesis yang dikenal sebagai fiksasi karbon C4, yang sebagian besar mencegah fotorespirasi dan dengan demikian meningkatkan toleransi terhadap kekeringan.


Penggunaan

Bayam sebagai sayur hanya umum dikenal di Asia Timur dan Asia Tenggara, sehingga disebut dalam bahasa Inggris sebagai Chinese amaranth.

Di Indonesia dan Malaysia, bayam sering disalahartikan menjadi "spinach" dalam bahasa Inggris (mungkin sebagai akibat penerjemahan yang dalam film kartun Popeye), padahal nama itu mengacu ke jenis sayuran daun lain - (Spinacia).

Di tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun mudanya dimakan terutama sebagai lalapan (misalnya pada pecel, gado-gado), urap, serta digoreng setelah dibalur tepung.

Daun bayam cabut berukuran lebih kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari), lebih cocok untuk dibuat sup encer seperti sayur bayam dan sayur bobor.

Bayam petik biasanya berasal dari jenis A. hybridus (bayam kakap) dan bayam cabut terutama diambil dari A. tricolor. Jenis-jenis lainnya yang juga dimanfaatkan adalah A. spinosus (bayam duri) dan A. blitum (bayam kotok).

Kandungan besi pada bayam relatif lebih tinggi daripada sayuran daun lain (besi merupakan penyusun sitokrom, protein yang terlibat dalam fotosintesis) sehingga berguna bagi penderita anemia.

Beberapa kultivar A. tricolor memiliki daun berwarna merah atau putih dan dipakai sebagai tanaman hias, meskipun dapat pula disayur.

Jenis tanaman hias lainnya adalah A. caudatus karena tandan bunganya berwarna merah panjang menggantung seperti ekor.

Di tempat asalnya, bayam dimanfaatkan bijinya (bayam biji) sebagai sumber karbohidrat. Biji ini sekarang juga populer sebagai makanan diet karena tidak menyebabkan kegemukan.

Akar tunggang bayam juga dimanfaatkan sebagai obat. Kebanyakan digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif memenuhi kebutuhan hidup.

BACA : Klasifikasi dan Morfologi Harimau


Demikianlah informasi singkat mengenai Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bayam. Semoga artikel ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kita semua... Terima Kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Klasifikasi dan Morfologi Bayam PEMBAHASAN LENGKAP"

  1. "Selamat siang Bos 😃
    Mohon maaf mengganggu bos ,

    apa kabar nih bos kami dari Agen365
    buruan gabung bersama kami,aman dan terpercaya
    ayuk... daftar, main dan menangkan
    Silahkan di add contact kami ya bos :)

    Line : agen365
    WA : +85587781483
    Wechat : agen365


    terimakasih bos ditunggu loh bos kedatangannya di web kami kembali bos :)"

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel